Press "Enter" to skip to content

Ini Dia Target Perkembangan Pasar Saham Indonesia yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Seiring booming ekonomi di Indonesia, presiden ingin membujuk perusahaan-perusahaan untuk mendaftar di Jakarta dan untuk memperdalam pasar modalnya, dan tidak membiarkan negara lain menjadi yang lebih untung. Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, diperkirakan akan tumbuh lebih dari 5% untuk tahun kedua berturut-turut di tahun 2017. Namun, pasar saham belum berkembang pada kecepatan yang sama. Perusahaan-perusahaan besar Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan komoditas besar yang merupakan penggerak utama ekonomi, terdaftar di luar negeri, terutama di Singapura.

Ini Dia Target Perkembangan Pasar Saham Indonesia yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Tantangan utama adalah kurangnya investor ekuitas besar di pasar Indonesia. Perusahaan ingin mendaftar di pasar di mana terdapat peserta domestik besar yang dapat bertindak sebagai jangkar untuk saham. Jalil Rasheed selaku direktur investasi ekuitas Asia di Invesco, mengatakan dalam tanggapan email ke Citywire Asia. Lahan hukum di Indonesia juga belum sepenuhnya dikembangkan, Rasheed mengatakan, menambahkan bahwa ini adalah tantangan yang meluas untuk pasar negara berkembang. Perusahaan cenderung memilih listing di Singapura karena sistem hukumnya adalah kelas dunia dan setiap perselisihan diselesaikan dengan cepat.

Baca juga: Langkah Awal Berinvestasi Di Pasar Saham

Rasheed mengatakan bahwa sementara stok komoditas yang telah menjadi bagian utama dari pertumbuhan Indonesia telah berjalan dengan baik, mereka siklus, yang berarti bahwa kinerja mereka tidak berkelanjutan. Daftar keinginan akan menjadi nama konsumen yang lebih cair yang masuk ke pasar yang merupakan cerminan yang lebih baik dari pertumbuhan ekonomi positif Indonesia, yang dipimpin oleh ledakan kekuatan pasar belanja kelas menengah. Konstruktif pada pengembangan pasar saham jangka panjang, karena populasi pemuda yang besar.

Setelah berada di wilayah negatif untuk beberapa waktu, indeks saham acuan Indonesia (Jakarta Composite Index) berakhir 0,13 persen lebih tinggi pada akhir hari perdagangan. Sejalan dengan indeks saham utama di kawasan Asia-Pasifik, indeks utama Indonesia naik meskipun kenaikan terbatas karena investor khawatir tentang diskusi gagal antara pemerintah Yunani dan kreditornya di zona euro. Namun, sentimen positif masih terasa akibat suntikan modal di perusahaan milik negara Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia menyetujui usulan pemerintah pusat untuk menyuntikkan modal ke perusahaan negara milik negara untuk mendukung pertumbuhan di masa depan. ke 27 perusahaan yang dikendalikan negara.

Namun, meskipun Kementerian Badan Usaha Milik Negara Indonesia dan Komisi VI DPR menyepakati suntikan modal, keputusan tersebut belum final karena masih perlu dibahas dengan komisi yang mengawasi anggaran serta sidang pleno di parlemen. Meskipun mereka bisa lebih cepat, mereka berjalan dengan baik. Sedangkan pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya dan dukungan melalui tindakan dan kebijakan. Sedangkan untuk bagian Update Pasar Modal Investasi Indonesia memuat analisis harian terkait kinerja Bursa Efek Indonesia. Pembaruan akan membahas faktor-faktor yang mendasari baik nasional maupun internasional yang mempengaruhi kinerja pasar saham yang ada di Indonesia.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *