Press "Enter" to skip to content

Inilah Pajak Online yang Harus Anda Bayarkan Jika Memiliki Usaha Online  

Bisnis berbasis online saat ini memang sedang banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia, baik itu para pelajar, mahasiswa, sampai dengan ibu rumah tangga juga bisa menjalankan jenis bisnis ini. Hal tersebut banyak dipilih karena sangat mudah dan praktis untuk mengurus serta menjalankannya, serta juga dapat membangkitkan rasa kewirausahaan Anda. Disamping itu, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari usaha jenis ini. Semakin populer usaha ini dipilih oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, maka pemerintah pun mengeluarkan beberapa kebijakan untuk para pemiliknya. Salah satu dari kebijakan tersebut adalah ada berbagai jenis dari pajak online yang harus dibayarkan setiap bulannya, tentu saja dengan syarat serta ketentuan yang berlaku. Hal tersebut karena melihat usaha online ini sudah menjamur, serta keuntungan yang mereka capai tidaklah sedikit, melainkan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta perbulannya.

 Inilah Pajak Online yang Harus Anda Bayarkan Jika Memiliki Usaha Online  

Membuka bisnis sendiri terutama dengan cara online memang dapat mendatangkan keuntungan yang sangat banyak. Namun, menurut ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada 1 Januari 2014, semua pebisnis yang mendapatkan penghasilan sebanyak 4.8 milyar rupiah per tahunnya tergolong dalam PKP atau Pengusaha Kena Pajak. Jika dihitung-hitung, ternyata para pengusaha online juga memiliki penghasilan yang sama besarnya dengan batas minimal tersebut. Maka, jika penghasilan mereka mencapai angka tersebut, maka akan dikenakan pajak.

 

PPN

Tidak hanya para penjualnya, namun para pembeli juga akan dikenakan pajak online jika mereka berbelanja di toko yang tergolong dalam PKP tersebut. Hal tersebut adalah wajib, karena setiap toko dengan penghasilan tersebut wajib memungut PPN atau Pajak Pertambahan Nilai tersebut dari setiap transaksi yang dilakukan oleh para pembelinya. Jadi, untuk para pembeli, jangan kaget jika Anda berbelanja online maka akan dikenakan pajak tersebut atau harga produk naik karena sudah termasuk pajak.

Baca Juga : Mudahnya Bayar Pajak Online dengan Cara Ini!

PPh

Para pengusaha online juga akan dikenakan Pajak Penghasilan atau PPh yang harus dibayarkan dalam kurun waktu yang ditentukan. Jika Anda membuka usaha online tersebut secara pribadi, maka Anda akan disamakan pajaknya dengan toko yang konvensional. Jika memiliki penghasilan per tahunnya minimal 4.8 miliar rupiah, maka sesuai dengan PP Nomor 46 tahun 2013, maka Anda akan dikenakan pajak UMKM sebesar 1% dari banyaknya penghasilan tersebut.

 

Selain itu, Anda akan dikenakan pajak online karena termasuk dalam kegiatan e-commerce dimana memiliki beberapa kegiatan berikut:

 

  • Adanya promosi agar situs dapat dikunjungi oleh banyak orang dan mereka membuat akun atau mendaftar sebagai anggota.
  • Para penjual menjual produknya melalui beberapa situs jual beli.
  • Melakukan metode pembayaran melalui rekening bank dan memastikan jika transaksi tersebut aman dan dilakukan dengan sistem online.
  • Melakukan transfer uang ketika barang sudah dikirim dan memberikan resi pengiriman.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *