Press "Enter" to skip to content

Harbolnas di Bukalapak dan Fakta Menarik Black Friday di Indonesia

Black Friday yang terkenal di Kanada, Jepang, Inggris, Amerika Serikat adalah hari dimana akan ada diskon besar-besaran yang dilakukan. Di Indonesia sendiri, black Friday disebut juga dengan harbolnas. Hari belanja online nasional ini awalnya hanya dipelopori atau hanya dilakukan oleh 7 toko online yang ada di Indonesia namun dari tahun ke tahun, banyak online shop seperti harbolnas di bukalapak dan yang lainnya mulai ikut berpartisipasi di hari belanja online yang menawarkan diskon yang besar-besaran tersebut.

Ada berbagai fakta menarik mengenai hari belanja online nasional yang sudah berjalan dari tahun 2012. Pertama adalah pria yang mendominasi. Belanja dan wanita adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan namun faktanya, menurut salah satu survey yang dilakukan oleh situs jual beli online terpercaya mengemukakan jika di black Friday 2016 yang ada di Indonesia, ternyata kaum adam (53,4%) mendominasi dibandingkan dengan kaum hawa (46,6%).

Kedua adalah usia yang paling banyak melakukan belanja online. Dari survey yang dilakukan mengemukakan jika yang paling banyak berbelanja secara online adalah masyarakat yang usianya sekitar 26-30 tahun yaitu sebesar 29,2%. Sedangkan yang usianya lebih dari 50 tahun dan masih ikut berbelanja online di hari istimewa tersebut yaitu sebesar 1%.

Selain itu, survey yang dilakukan mengenai harbolnas di tahun 2016, juga menghasilkan fakta berikut:

harbolnas bukalapak

– Profesi yang paling banyak berbelanja online saat itu adalah karyawan yaitu sebesar 58,5% dan karyawan yang memiliki pemasukan per bulannya antara Rp 2,5-5 juta adalah sebanyak 32%.
– Alasan yang membuat konsumen berbelanja online saat hari belanja online nasional tersebut adalah karena adanya promo yang menarik (55,3%).
– Produk yang paling banyak dibeli dan yang paling laris adalah gadget dan aksesoris sebesar 38,1% dan item fashion sebesar 22%.
– Budget yang pertama kali dikeluarkan oleh konsumen saat mengikuti hari belanja online nasional adalah sebesar Rp 250 ribu.
– Mayoritas konsumen memilih tanggal 12 Desember 2016 (36,1%) sebab bertepatan dengan hari libur nasional dan konsumen yang memilih semua hari hingga tangga; 14 Desember 2016 sebesar 29,6%.

Ketiga adalah adanya harga palsu sebelum diskon. Salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh para penjual adalah selisih harga atau keuntungan yang akan diperoleh jika memberikan diskon. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di hari belanja online nasional tersebut masih ditemui diskon ‘abal-abal” atau palsu di beberapa e-commerce, misalnya dari harga Rp 99 juta untuk ponsel 4G di diskon hingga 98% sehingga harganya sekitar Rp 2 jutaan. Menurut salah satu toko online menyebutkan jika penjualnya salah memasukkan harga sehingga muncul harga yang tidak ‘normal’.

Fakta lainnya seputar harbolnas yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya seperti di tahun 2016 adalah:

– Terjadinya peningkatan permintaan kupon. Menurut salah satu situs yang menjual kupon atau voucher belanja, dengan adanya black Friday ini menyebabkan permintaan kupon bahkan hingga 110% jika dibandingkan dengan hari belanja online nasional yang dilaksanakan pada tahun 2015. Voucher yang paling diminati adalah produk gadget dan fashion oleh remaja yang usianya 18-24 tahun yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.
– Kenaikan penjualan brand ternama. Peningkatan penjualan tersebut meningkat hingga 69-86 kali lipat jika dibandingkan dengan penjualan di hari biasa.
– Kesalahpahaman tidak hanya antara e-commerce dan penjual namun juga dengan pembeli. Tidak sedikit yang mengalami kesalahpahaman misalnya penanggungan selisih harga untuk diskon yang diberikan sehingga menyebabkan kerugian tidak hanya untuk e-commerce, namun juga penjual dan pembeli.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *