Press "Enter" to skip to content

Macam-macam Rokok Elektrik yang Perlu Anda Ketahui

Rokok elektrik atau vape belakangan ini mulai menyita perhatian publik, terutama di kalangan anak-anak muda maupun orang dewasa. Vape memang merupakan cara baru dalam merokok, dimana ia menawarkan berbagai jenis rasa dan aroma liquid (cairan pengisi) yang dapat Anda nikmati. Selain ada berbagai jenis rasa yang bisa Anda pilih, Anda juga dapat memilih beragam jenis vaporizer alias vape. Jika pada rokok kita mengenal 2 jenis rokok paling umum, yakni filter dan kretek, maka dalam dunia vape pun, ada beberapa jenis vaporizer:

  • Pen.

Vaporizer yang memiliki bentuk seperti pena ini memang dikenal sebagai pen vaporizer. Yaitu sejenis vape yang mudah dibawa kemana saja Anda berada. Vape ini juga merupakan bentuk terkecil dari vape. Ada 2 jenis elemen pemanas yang dapat Anda pilih untuk memanaskan liquid atau cairan vape, yaitu atomizer yang mengandung nikotin dan customizer yang merupakan perpaduan antara cartridge dan atomizer. Untuk memanaskan kedua elemen tersebut maka vape membutuhkan baterai yang memiliki tegangan setidaknya 3,7volt.

  • Portable vape,

Jenis vape portable juga sering disebut dengan handheld vaporizer karena bentuknya yang lebih besar daripada pen vape. Meski berukuran lebih besar, namun jenis portable vape ini masih cukup muat ditaruh di dalam saku celana. Namun sebaiknya atau sebisa mungkin hindari hal yang seperti ini karena ternyata dapat memicu overheat yang berujung pada ledakan atau konsleting pada vape. Lebih baik simpan vape dalam tas daripada pada kantong celana. 

  • Desktop.

Berbeda dengan kedua jenis vape di atas, vaporizer jenis desktop merupakan varian vape yang sulit untuk dibawa kemana-mana. Vape jenis desktop ini hanya dapat digunakan di suatu tempat atau di rumah Anda karena vaporizer ini memerlukan permukaan yang datar serta pasokan energi yang terus menerus agar dapat berfungsi dengan normal. Ada beberapa jenis zat adiktif yang ada pada liqudi vape dan rokok elektrik, yaitu diantaranya adalah propilen glikol dan gliserin. Kedua jenis zat adiktif ini meski nampaknya tidak berbahaya, kenyataannya kedua bahan tersebut ternyata dapat memicu alergi.

Berbicara soal manakah yang lebih baik, rokok elektrik atau rokok tembakau maka sebenarnya keduanya sama-sama berbahayanya. Hanya saja bahaya vape tidak begitu sebesar rokok tembakau. Semakin banyak uap yang dihasilkan oleh vape maka sama saja, nikotin akan masuk ke dalam tubuh Anda melalui saluran pernafasan maupun kulit. Nah selain itu, zat adiktif lain juga terdapat pada vape, yaitu pengawet dan perasa buatan. Jadi tidak ada yang memang benar-benar sehat di antara kedua jenis rokok tersebut. Sebab neopartikel yang ada pada vape juga ikut terhirup. Tapi hal ini tentu akan menjadi edukasi yang berharga.

 

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *